The Forest Scribe

Urundata: Cara Mengumpul Data Lingkungan Yang Mudah dan Menyenangkan

Beranda Urundata

Mengumpulkan data lingkungan biasanya merupakan usaha yang tidak saja agak membosankan, tetapi juga membutuhkan banyak tenaga. Namun kini, sebuah platform data digital Urundata buatan anak bangsa telah mampu membuat pekerjaan ini tidak saja menyenangkan tetapi juga mengikut sertakan siapa saja yang ingin berkontribusi kepada kegiatan menjaga bumi kita ini.

“Pada dasarnya, ini adalah sebuah platform yang tujuannya memungkinkan koleksi data dilakukan secara berkualitas tapi masif hingga lebih efisien melalui crowdsourcing,” jelas Ping Yowargana dari International Institute for Applied Systems Analysis (IIASA), salah satu lembaga yang berada dibalik penciptaan platform digital bernama Urundata.

Urundata, yang sesuai dengan namanya yang berarti menyumbang data, merupakan aplikasi seluler yang bersandar pada antusiasme khalayak ramai dalam menyumbangkan pengetahuan mereka terhadap lingkungan sekitar, ujar Yowargana.

“Salah satu hal yang spesifik adalah bahwa hasil pengumpulan data dikembalikan kepada masyarakat, diunggah untuk dapat diakses semua orang,” ujar Bunga Karnisa, seorang peneliti analis pada World Resources Institute (WRI) Indonesia, yang juga terlibat dalam program urundata ini,

Ping, yang berbicara melalui Skype dari Laxenburg, Austria, mengatakan bahwa Urundata ingin menjembatani kebutuhan akan pengumpulan data untuk penelitian spesifik dengan khalayak ramai. Dengan Urundata, semua orang dapat berkontribusi dari manapun mereka berada dan kapanpun mereka bisa, untuk validasi data, asalkan mereka dapat menggunakan smartphone.

“Peserta dapat berada dimana saja dan ini juga bisa dilakukan kapanpun,” Ping mengatakan dengan menambahkan bahwa peserta juga dapat memilih program pengumpulan data mana yang ingin mereka ikuti, dan dalam kasus pengumpulan data selama ini, data dari daerah mana yang ingin mereka validasi.

Proyek Urundata ini diprakarsai oleh konsorsium kegiatan RESTORE+ yang melibatkan berbagai lembaga penelitian yang bergerak di bidang pembangunan berkelanjutan untuk melihat daerah-daerah manakah yang memili potensi restorasi lingkungan yang baik. RESTORE+ merupakan proyek lima tahun untuk menilai penanganan secara berkelanjutan dari lahan terdegradasi di daerah tropis dan bertujuan untuk menyumbang kepada pembuatan kebijakan yang terkait dengan keberlanjutan dalam penggunaan lahan di Indonesia

“Tetapi ini tidak berarti akan berhenti disitu saja, di masa yang akan datang ia akan dapat digunakan dengan fokus yang lain, Metodologinya sudah ada, jadi fokusnya bisa menjadi lahan gambut misalnya, atau topi pangan dan sebagainya,” ujar Ping.

Bunga mengatakan bahwa Urundata untuk pertama kalinya dicoba pada bulan April 2019 sampai Agustus 2019, untuk proyek pengumpulan data yang fokusnya kepada bentang lahan di dua propinsi – Sumatera Selatan dan Kalimantan Timur. Pada skala nasional, pengumpulan data untuk seluruh daerah di Indonesia, pengumpulan data dimulai pada bulan Desember 2019 dan akan ditutup di bulan April 2020.

“Fokusnya masih kepada potensi restorasi,” ujar Bunga, dengan menjelaskan lebih lanjut bahwa tiap citra satelit yang nampak di layar ponsel, akan disertai dengan pertanyaan yang jawabannya sederhana: ya, tidak, atau tidak pasti, jawaban disampaikan dengan menggeser layar ke kiri, ke kanan maupun ke bawah, bergantung kepada jawabannya. Gambar di layar kemudian akan berganti dengan bentang lainnya di daerah yang sama.

Proyek pertama menggunakan gambar citra satelit dari daerah tertentu dan pertanyaan yang diberikan berusaha untuk mencari validasi dari interpretasi gambar yang sama yang telah dilakukan sebelumnya oleh pakar. Peserta, misalnya, akan ditanya apakah mereka melihat bahwa di gambar lebih dari setengahnya dipenuhi tanah pertanian, atau pemukiman, atau lahan kering dsb. Atau apakah mereka melihan hutan alam disana? Jika ya, mereka akan menggeser layar kekanan, tidak ke kiri, dan bila tak pasti, ke bawah.

Baca juga: Ketiadaan Pijakan Data Yang Sama, Menambah Kerumitan di Sektor Kehutanan Indonesia

Jawaban akan denial dan semakin banyak nilai yang terkumpul semakin tinggi posisi si peserta dalam hirarki kontributor. Posisi terendah bagi pemula dalam sistem ini adalah “Relawan Data” sementara yang tertinggi adalah “Pahlawan Data.” Diantara kedua posisi ini terdapat “Pejuang Data” dan “Pendekar Data.”

Untuk program pertama dan yang kini sedang berjalan sumber utama pesertanya adalah mahasiswa walaupun program ini juga terbuka bagi siapa saja. Kebanyakan dari kontributor data selama ini juga ternyata mahasiswa.

Ping mengatakan bahwa mahasiswa dipilih karena mereka tidak saja lebih piawai dalam urusan teknologi tetapi juga karena mereka biasanya lebih antusias dalam berbagi untuk lingkungan.

“Promosinya sih lebih kepada tingkat mahasiswa dan dosen, tetapi waktu kita launching pengumpulan data nasional, diliput oleh banyak media,” ujar Sakinah Ummu Haniy, Asisten Komunikasi pada WRI Indonesia.

Bunga mengatakan bahwa sudah ada lebih dari 1,000 peserta yang mengikuti program pada tingkat nasional dan arena masing-masing peserta dapat berkontribusi lebih dari sekali, beberapa diantara mereka berkontribusi sampai lebih dari 100 kali, maka jumlah input data yang sudah diterima sampai sekarang ini sudah jutaan. Ping mengatakan sudah 74 persen dari data yang diperlukan yang sudah terkumpul. “Semoga akhir bulan dua puluh persen sekian yang sisanya bisa terkumpul,” imbuhnya.

Dan Urundata juga terus dikembangkan. Ping mengatakan bahwa pada bulan April nanti, akan dicoba sebuah proyek pengumpulan data yang menggunakan semacam permainan, dan dimana pesertanya harus berada di lokasi yang datanya dikumpulkan.

“Kami terus mengembangkan platformnya dan harapan kami adalah kedepannya, dapat menyesuaikan Urundata untuk berbagai kebutuhan pengumpulan data. Apa saja,” ujarnya.

Untuk ikut serta dalam kegiatan ini, APPnya dapat diunduh dari google playstore sedangkan untuk keterangan lebih lanjut dapat diperoleh di website Urundata.

Kelapa sawit? Kunjungi The Palm Scribe.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share This