The Forest Scribe

Suku Sakai Kandis Memastikan Masa Depannya Melalui Pendidikan

Foto: Bela Geletneky, Pixabay

Suku Sakai Kandis, yang dulunya merupakan suku nomadis yang hidupnya sangat bergantung kepada hutan, kini memastikan keberlangsungan mereka di masa depan setelah delapan muda mudinya mendapatkan kesempatan melanjutkan pendidikan mereka ke tingkat pendidikan tinggi di Riau.

Kedelapan muda mudi suku Sakai Kandis ini akan meneruskan pendidikan mereka ke jenjang perguruan tinggi setelah menerima beasiswa dari Yayasan Sakai Mandiri Kandis pada tanggal 14 Oktober 2020. Ketua Yayasan, Husai juga yang juga merupakan seorang warga suku Sakai Kandis menyebutkan bahwa pemberian beasiswa tersebut merupakan “bantuan yang sangat bermanfaat untuk kebaikan bagi anak-anak, cucu kami, generasi muda suku Sakai Kandis.”

Suku Sakai Kandis merupakan satu dari beberapa kelompok suku Sakai yang merupakan penduduk asli Riau. Mereka merupakan suku nomadis yang dulunya sangat bergantung kepada hutan namun dengan pembangunan ekonomi di daerah yang berakibat kepada menyusutnya hutan di Riau, pemerintah telah secara bertahap memukimkan mereka diluar hutan dan membantu mereka agar dapat juga menikmati hasil pembangunan seperti masyarakat lainnya di Riau.

Beberapa kelompok suku Sakai lainnya dapat juga ditemukan di daerah daerah seperti Balai Pungut, Kota Kapur, Minas, Duri, Sungai Siak, dan hulu Sungai Apit di Riau.

Yayasan Sakai Mandiri Kandis sendiri antara lain menyalurkan bantuan pendidikan yang merupakan bagian dari program CSR PT Ivo Mas Tunggal,  anak perusahaan Sinar Mas Agribusiness and Food yang mengoperasikan hutan tanaman industri di Nenggala Estate, di kecamantan Kandis di Kabupaten Siak, Riau.

“Kami sangat mengapresiasi semangat besar mereka untuk menempuh pendidikan hingga ke perguruan tinggi, Dengan mendapatkan kesempatan yang sama seperti mayoritas penduduk pendatang, kami berharap anak-anak Suku Sakai Kandis, penduduk asli Riau, juga dapat meraih mimpi mereka,” ujar Franciscus Costan, CEO Perkebunan Sinar Mas Agribusiness and Food Wilayah Riau.

Fransiscus mengatakan perusahaan telah memberikan bantuan pendidikan bagi suku Sakai Kandis sejak tahun 2017 dan sampai 2019, telah menyumbangkan $2,4 juta dalam bentuk beasiswa bagi anak sekolah di daerah pedesaan disana dari berbagai tingkat pendidikan.

Dalam sebuah pernyataan tertulis perusahaan, Fransiscus mengatakan bahwa perusahaan memberikan perhatian khusus kepada kegiatan  pengembangan yang mendukung kemajuan hidup masyarakat Sakai melalui pengadaan berbagai program CSR perusahaan. Selain beasiswa, perusahaan juga telah memberikan berbagai bantuan dalam bentuk kebutuhan anak sekolah seperti seragam, sepatu, tas, buku dan peralatan tulis.

Menurutnya, perusahaan percaya bahwa pendidikan sangat penting bagi generasi muda, terutama yang tinggal di pedesaan, agar mereka dapat meraih mimpi serta memiliki kehidupan yang lebih baik di masa depan. Pada tahun 2019, perusahaan memberikan dukungan bagi lebih dari 280 sekolah mulai dari tingkat taman kanak-kanak hingga sekolah menengah atas yang menaungi lebih dari 40.800 murid,  menyediakan transportasi bus antar jemput sekolah gratis, membangun 36 Rumah Pintar untuk pelatihan masyarakat setempat serta mendonasikan buku atau materi pembelajaran bagi lebih dari 14.300 penerima manfaat.

Baca lebih banyak tulisan oleh Didiet Nugraha.
Kelapa sawit? Kunjungi The Palm Scribe.

One thought on “Suku Sakai Kandis Memastikan Masa Depannya Melalui Pendidikan

  1. The Sakai people live in exile. In 1988 I visited a valley on the border between Thailand and Malaysia where a group of 30 – 50 Sakai lived. They lived on agriculture and the riches that the forest offered. They walked out of the valley down to the fields and worked on the farms to get clothes and other things in exchange for their work.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share This