The Forest Scribe

Helikopter APP Sinar Mas Membantu Memadamkan Kebakaran Lahan di Siak

Ilustrasi helikopter water bombing kebakaran hutan lahan gambut

Memenuhi komitmen perusahaan untuk membantu masyarakat disekitar perkebunannya, APP Sinar Mas Forestry menggunakan helikopternya untuk membantu memadamkan kebakaran yang terjadi diluar konsesinya di Kabupaten Siak, seorang pejabatnya mengatakan Jumat (14/2).

“Kami melakukan dua kali operasi (water bombing). Yang pertama tanggal 27 Januari dan yang kedua tanggal 4 atau 5 Februari lalu,” Nurul Huda, Humas Sinar Mas Forestry Riau mengatakan kepada The Forest Scribe melalui telepon.

Nurul mengatakan helicopter SuperPuma milik perusahan digunakan untuk mendukung usaha pemadaman di darat, dengan melakukan water bombing di lokasi kebakaran yang berada sekitar satu kilometer dari batas konsesi PT Arara Abadi-APP Sinar Mas Forestry di desa Mengapan, Kecamatan Sungai Apit.

“Kami membantu usaha pemadamam di darat” jelasnya. Usaha pemadaman di darat juga dilakukan oleh regu kebakaran perusahaan bersama dengan apparat TNI dan Polri serta juga anggauta Masyarakat Peduli Api binaan perusahaan.

“Saat ini api sudah padam, namun tim kita terus melakukan pendinginan dengan membasahi kawasan tersebut. Kami tidak berhenti setelah memadamkan, tetapi juga terus menjaga agar daerah tetap basah agar tak terbakar kembali,” tambahnya.

Operasi dilakukan dua kali karena setelah api padam menyusul operasi pertama, api mendadak muncul kembali di awal Februari,

“Memang sudah ada beberapa daerah di Riau ini yang sudah mengalami kemarau sehingga lahan kering dan menjadi rentan terbakar,” kata Nurul dengan menambahkan bahwa sepertinya daerah yang terbakar merupakan gambut kering.

Gambut kering sangat rentan terbakar dan usaha pemadaman api di lahan gambut hanya bisa dilakukan dengan memutus kontak dengan oksigen, biasanya dengan membanjiri lahan terbakar atau dengan menggunakan zat kimia.

“Keikut sertaan kita karena komitment perusahaan untuk membantu masyarakat disekitar perkebunan perusahaan dan juga karena kita tidak ingin mengambil risiko. Api yang terjadi tak jauh dari konsesi bisa saja meloncat ke konsesi kita,” ujar Nurul.

Super Puma perusahaan memiliki kapasitas mengangkut antara 4.500 sampai 5.000 liter air yang diperoleh dari berbagai sumber seperti kanal, embung dan sungai.

Pemerintah daerah sendiri belum memiliki helikopter untuk menebar bom air.

PT Arara Abadi bergerak dibidang Hutan Tanaman Industri (HTI) yang menghasilkan produk chip wood yang dikirim keperusahaan cabang sebagai bahan material pembuatan Pulp/bubur kertas pada PT Indah Kiat Pulp & Paper.

Kelapa sawit? Kunjungi The Palm Scribe.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share This