The Forest Scribe

FACT SHEET – Produk Olahan Kayu: Rayon Viscose

Apa itu Rayon Viscose?

  • Adalah Kain yang terbuat dari benang dari serat hasil regenerasi selulosa
  • Serat Viscose dibuat dengan melarutkan bubur kayu dan meregenerasikannya dalm bentuk serat lagi
  • Benang terbuat dari polimer organik yang memiliki unsur kimia karbon, hidrogen dan oksigen
  • Merupakan serat semi sintetis, tidak dapat dikategorikan sebagai serat alami maupun serat sintetis
  • Benang menghasilkan kain yang halus dan licin serta tidak mudah kusut
  • Kainnya memiliki daya serap keringat yang baik seperti halnya kain katun
  • Sifat-sifat utamanya termasuk kainnya bernafas, mudah kering dan warna tidak luntur, pembuatannya mudah dan secara biaya efektif serta versatilitas dalam produksi maupun penggunaan

 

Apakah Bahan Baku Pembuatan Rayon Viscose?

  • Adalah selulosa yang berasal dari kayu
  • Untuk kebutuhan industri pulp atau bubur kayu dibutuhkan kayu dengan daur panen yang relatif singkat
  • Di Indonesia, kayu biasanya berasal dari pohon akasia
  • Daur panen pohon akasia, biasanya jenis Mangium atau Crassicarpa, sekitar lima tahun
  • Keunggulan pohon akasia lainnya adalah ia dapat ditanam baik di daerah pegunungan maupun di dataran rendah
  • Pohon akasia juga dapat memperbaiki struktur tanah

 

Daur Tanam Akasia Untuk Industri

  • Pucuk daun dan batang diambil dari tanaman induk dan dipotong sekitar tiga sentimeter untuk dijadikan stek daun
  • Memanen pucuk daun ini bisa dilakukan seminggu sekali
  • Pucuk daun ditanam pada media tanam untuk menumbuhkan akar
  • Pada tahap ini pucuk daun biasanya diberi obat anti jamur atau anti serangga serta obat untuk mempercepat pertumbuhan akar
  • Bibit ditempatkan ditempat yang tertutup dan lembab selama sekitar delapan minggu hingga akar dan pucuknya tumbuh
  • Bibit kemudian dipindahkan ketempat yang terbuka untuk aklimatisasi selama sekitar dua minggu
  • Bibit kemudian baru dapat ditanam di tempat terbuka
  • Pemanenan dapat dilakukan setelah pohon sudah berusia lebih dari lima tahun

 

Proses Pembuatan Rayon Viscose

  • Alkalisasi, Pembuatan slurry Alkali Selulosa sekaligus melarutkan hemiselulosa, atau pengisi ruang antara serat-serat selulosa, dengan menggunakan NaOh 18 persen
  • Pemeraman, dengan menggunakan drum putar untuk membuat selulosa lebih mudah dilarutkan dalam proses selanjutnya, terus menghilangkan logam logam alkali dengan melewati blower bertekanan udara
  • Xantasi, proses merubah alkali selulosa menjadi selulosa xantat dengan direaksikan dengan karbon disulfida
  • Pelarutan dan Pencampuran: selulosa zat direaksikan dengan NaOH 20g/l untuk menghasilkan larutan viskosa
  • Pematangan: pembersihan untuk menghilangkan berbagai penghambat seperti kotoran debu, karat dan serat halus yang dapat menyumbat peralatan
  • Pemintalan basah: untuk membentuk filamen rayon atau tow
  • Pemotongan Tow dengan semprotan air panas bertekanan tinggi untuk menghasilkan serat staple, potongan filamen dengan panjang 32 sampai 60 mm. Juga terjadi ekstraksi Karbon disulfida CS2 dengan air atau uap)
  • Pencucian dan Pelembutan: pembersihan sisa sisa larutan koagulan dan sulfida dengan berbagai pencucian — acid free wash, first washing, desulfurizing, second washing, bleaching, third washing, final washing— dan pelembutan (soft finish)
  • Pengeringan: serat dipres kemudian dicabik cabik hingga menghasilkan serat yang lebih kecil dan mudah dikeringkan.  Dua kali pengeringan untuk menyisakan air 11-13 persen kadarnya,
  • Pengepakan: serat dicabik ulang menjadi staple yang siap dipintal untuk benang dan dipak
Kelapa sawit? Kunjungi The Palm Scribe.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share This