The Forest Scribe

Apa Yang Perlu Diketahui Mengenai Hutan Mangrove

Hutan Mangrove atau hutan bakau, umumnya tumbuh di daerah air payau dan tempat-tempat terjadinya pelumpuran dan akumulasi bahan organik, seperti, di teluk-teluk yang terlindung dari gempuran ombak dan muara sungai yang umumnya memiliki banyak endapan lumpur. 

Ekosistem hutan Mangrove bersifat khas, dikarenakan adanya pelumpuran yang mengakibatkan kurangnya abrasi tanah, salinitas tanah yang tinggi, serta penggenangan yang diakibatkan oleh pasang-surut air laut. Hal ini mengakibatkan hanya sedikit jenis tumbuhan yang dapat bertahan hidup di daerah hutan Mangrove. 

 

Fakta Mengenai Hutan Mangrove:

1. Hutan Mangrove tumbuh di 124 negara

Ekosistem hutan Mangrove tersebar di 124 negara tropik dan subtropik di dunia yang memiliki total luasan sekitar 15,5 juta hektar. Sebanyak 48 persen dari luasan hutan Mangrove di dunia berada di Indonesia, Australia, Brazil, Nigeria dan Mexico.

2. Memiliki Tingkat Penyerapan Karbon Yang Efektif

Hutan Mangrove telah terbukti dapat menyimpan lima kali karbon lebih banyak per hektar dibanding dengan hutan tropis dataran tinggi. (CIFOR) 

3. Membuat Wilayah Pantai Stabil

Akar dari pohon bakau dapat menjaga wilayah tepian pantai tetap stabil. Ombak yang menghantam akan dipecah oleh akar-akar tanaman bakau yang mencuat ke permukaan sehingga pantai terhindar dari pengikisan.

4. Penjernih Air

Akar yang mencuat ke permukaan (akar tunjang) tidak hanya berfungsi sebagai alat pernapasan pohon bakau, tetapi juga mampu menyaring zat-zat kimia, polutan, endapan yang terkandung dalam air laut sehingga menjadi jernih dan bersih. Air sungai yang masuk ke laut kebanyakan membawa berbagai macam sampah yang menjadi penyebab banjir dan zat kimia. Dengan adanya hutan bakau di sekitar perairan tersebut, maka kebersihan air di pantai akan terjaga.

5. Indonesia Memiliki 25 persen Mangrove di Dunia

Berdasarkan data One Map Mangrove, luas ekosistem mangrove Indonesia mencapai 3,5 juta hektar yang terdiri dari 2,2 juta hektar di dalam kawasan dan 1,3 juta hektar di luar kawasan mangrove.

6. Ekosistem Mangrove Terus Mengalami Kerusakan

Di Indonesia, Ekosistem mangrove tersebar di 257 kabupaten/kota. Sayangnya, sebagian besar ekosistemnya telah mengalami kerusakan akibat konversi lahan menjadi area penggunaan lain, perambahan, hama dan penyakit, pencemaran dan perluasan tambak , hingga praktik budidaya yang tidak berkelanjutan.

Baca lebih banyak tulisan oleh Didiet Nugraha.
Kelapa sawit? Kunjungi The Palm Scribe.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share This